Psikotes Online

Cara Mencegah Kecurangan saat Psikotes Online

Kandidat mengerjakan psikotes dari rumah, jadi integritas tes perlu dijaga. Pelajari langkah praktis dan fitur yang membantu mencegah serta mendeteksi kecurangan.

Oleh Tim Nesia 3 menit baca

Ilustrasi jendela psikotes dengan perisai keamanan, kamera, dan kunci

Kekhawatiran paling umum soal psikotes online sederhana: bagaimana kita tahu yang mengerjakan memang kandidatnya, dan ia mengerjakannya sendiri? Pertanyaan ini wajar. Ruang tes di kantor punya pengawas, sedangkan tes online berlangsung di rumah kandidat tanpa ada orang yang mengawasi.

Kabar baiknya, ada banyak cara untuk memperkecil risiko tersebut. Tidak ada metode yang menjamin seratus persen, tetapi kombinasi beberapa lapisan sudah cukup membuat kecurangan sulit dan mudah terdeteksi.

Jenis kecurangan yang paling sering terjadi

  • Joki. Orang lain mengerjakan tes menggantikan kandidat.
  • Mencari jawaban. Kandidat membuka tab lain, mesin pencari, atau aplikasi chat saat tes berjalan.
  • Bantuan orang lain. Ada orang di sebelah kandidat yang ikut menjawab.
  • Berbagi soal. Kandidat memotret atau menyalin soal untuk dibagikan.
  • Mengerjakan berulang. Kandidat mencoba beberapa kali untuk mendapat hasil yang lebih baik.

Mengetahui bentuknya membantu anda memilih pengamanan yang tepat.

Lapisan pertama: aturan dan komunikasi

Sebelum bicara teknologi, mulai dari hal yang paling murah.

  1. Jelaskan aturan dengan terang. Tulis di undangan bahwa tes harus dikerjakan sendiri, tanpa bantuan, dan tanpa membuka aplikasi lain.
  2. Sampaikan konsekuensinya. Kandidat yang tahu bahwa aktivitas mencurigakan tercatat cenderung lebih patuh.
  3. Beri jadwal yang wajar. Tes yang harus dikerjakan dalam jangka waktu sempit dan terukur mengurangi kesempatan untuk berkonsultasi dengan orang lain.
  4. Gunakan tautan sekali pakai. Tautan undangan sebaiknya terikat pada satu kandidat dan tidak bisa diulang tanpa persetujuan HR.

Lapisan kedua: kontrol di sisi browser

Kontrol ini bekerja selama tes berlangsung.

  • Browser lockdown. Sistem mendeteksi bila kandidat membuka tab baru, meminimalkan jendela, atau pindah ke aplikasi lain. Kejadian ini dicatat agar HR bisa meninjaunya.
  • Pembatasan salin dan tempel. Menyulitkan penyebaran soal.
  • Batas waktu per bagian. Waktu yang ketat mengurangi peluang mencari jawaban dari luar.

Perlu dipahami bahwa deteksi tidak selalu berarti kecurangan. Kandidat bisa tidak sengaja menekan tombol yang memindahkan jendela. Karena itu, perlakukan catatan ini sebagai sinyal untuk ditindaklanjuti, bukan vonis.

Lapisan ketiga: verifikasi identitas

Untuk mengurangi risiko joki, beberapa platform menyediakan verifikasi lewat kamera. Kamera mengambil foto berkala selama tes, kemudian HR dapat memeriksa apakah orang di foto konsisten dan sesuai dengan kandidat.

Pastikan kandidat diberi tahu bahwa fitur ini digunakan, dan jelaskan tujuan serta cara penyimpanan fotonya. Pengumpulan data pribadi sebaiknya mengikuti kebijakan privasi perusahaan dan ketentuan pelindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.

Lapisan keempat: verifikasi lanjutan

Tes online sebaiknya tidak menjadi satu-satunya filter. Pada tahap wawancara, anda bisa menguji konsistensi dengan cara yang alami:

  • Mintalah kandidat menjelaskan cara ia berpikir saat menghadapi masalah, lalu bandingkan dengan profil dari hasil tes.
  • Berikan studi kasus singkat yang relevan dengan posisi dan lihat bagaimana ia bernalar.
  • Untuk posisi penting, jadwalkan sesi tes ulang singkat secara langsung.

Bila hasil tes dan kesan di wawancara berbeda jauh, itu alasan yang kuat untuk menggali lebih dalam, bukan langsung menolak.

Menyikapi temuan

Bila sistem mencatat kejadian mencurigakan, urutan tindakan berikut bisa membantu:

  1. Tinjau catatan dan foto dengan tenang.
  2. Hubungi kandidat dan minta penjelasan. Banyak kasus ternyata kendala teknis.
  3. Putuskan berdasarkan beberapa bukti, bukan satu kejadian saja.
  4. Dokumentasikan keputusan dan alasannya.

Keseimbangan dengan pengalaman kandidat

Pengamanan yang terlalu ketat bisa membuat kandidat tidak nyaman, bahkan membatalkan lamaran. Cari titik tengah. Terapkan kontrol yang sebanding dengan pentingnya posisi. Untuk posisi level awal, browser lockdown dan batas waktu mungkin sudah cukup. Untuk posisi strategis, tambahkan verifikasi kamera dan sesi lanjutan.

Nesia menyediakan browser lockdown dan camera proctoring sebagai bagian dari layanan, lengkap dengan pantauan progres kandidat. Lihat fitur dan alur penggunaannya untuk gambaran lebih lengkap. Untuk memahami dasar psikotes online, baca juga apa itu psikotes online.

Panduan HR

Cara Membaca Hasil Psikotes Kandidat dengan Benar

Panduan praktis bagi HR membaca hasil psikotes, mulai dari menyamakan konteks, melihat pola, sampai kesalahan yang sering membuat keputusan rekrutmen keliru.

3 menit baca